Pasca Cut Rate, Powell: Pasar Tenaga Kerja Tak Cukup Solid
Pejabat Federal Reserve menurunkan suku bunga acuan sebesar seperempat poin persentase dan memasukkan dua pemangkasan lagi tahun ini, setelah berbulan-bulan tekanan intens dari Gedung Putih untuk memangkas suku bunga. Ketua Jerome Powell menyoroti semakin banyak tanda pelemahan di pasar tenaga kerja untuk menjelaskan alasan pemangkasan setelah menahan suku bunga sejak Desember karena kekhawatiran inflasi yang dipicu tarif.
“Permintaan tenaga kerja telah melemah, dan laju penciptaan lapangan kerja terbaru tampaknya berada di bawah tingkat impas yang dibutuhkan untuk menahan tingkat pengangguran tetap konstan,” kata Powell kepada wartawan dalam konferensi pers usai rapat. Ia menambahkan, “Saya tidak bisa lagi mengatakan” pasar tenaga kerja “sangat solid.”
Keputusan ini datang di momen luar biasa bagi The Fed. Presiden Donald Trump, yang menuntut pemangkasan drastis dan berupaya memperbesar kendali atas bank sentral AS, pekan ini melanjutkan langkah hukum untuk mencopot salah satu pejabat dewan The Fed dan menempatkan penasihat ekonomi utamanya jelang pertemuan yang sangat dinanti.
Gubernur The Fed Lisa Cook dan Gubernur yang baru dilantik Stephen Miran yang sementara cuti dari jabatannya sebagai ketua Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih keduanya hadir dalam pertemuan.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu memilih 11–1 untuk memangkas target federal funds rate ke 4%–4,25%, setelah lima kali menahan suku bunga tahun ini. Miran menjadi satu-satunya yang berbeda pendapat, lebih memilih pemangkasan setengah poin. Powell juga menandai kekhawatiran berlanjut atas tekanan inflasi dari tarif. “Kewajiban kami adalah memastikan kenaikan harga satu kali tidak berubah menjadi masalah inflasi yang berlangsung terus-menerus,” ujarnya.
Melihat ke depan, Powell berhati-hati soal langkah lanjutan, menyebut The Fed kini berada dalam mode “meeting-by-meeting.” Dalam pernyataan pascarapat, para pembuat kebijakan mengakui inflasi “meningkat dan masih agak tinggi,” namun juga menyoroti kekhawatiran atas lapangan kerja. Pejabat mengatakan tingkat pengangguran “naik tipis,” dan “risiko penurunan terhadap ketenagakerjaan meningkat.”
Dolar AS menghapus pelemahannya saat Powell mulai berbicara dan menyebut keputusan hari Rabu sebagai “risk-management cut.” Imbal hasil Treasury naik, dipimpin tenor lima tahun yang menguat 6 bps ke 3,65%. Pemangkasan ini memang diantisipasi secara luas, seiring kekhawatiran bank sentral bergeser ke ketenagakerjaan dan menjauh dari inflasi, setelah perlambatan tajam perekrutan dalam beberapa bulan terakhir.
Para pembuat kebijakan juga memperbarui proyeksi ekonomi dan kini melihat dua pemangkasan seperempat poin lagi tahun ini-satu lebih banyak dari proyeksi Juni. Mereka juga memperkirakan satu pemangkasan seperempat poin pada 2026 dan satu lagi pada 2027. Salah satu pejabat The Fed bahkan memproyeksikan suku kebijakan bakal turun 1,25 poin lagi pada Desember.
Dalam proyeksi ekonomi, para pembuat kebijakan sedikit menaikkan pandangan rata-ratanya untuk pertumbuhan pada 2026. Mereka juga memperkirakan inflasi sedikit lebih tinggi di tahun depan.(yds)
Sumber: Bloomberg.com