Inflasi Naik, Bostic Tolak Pemangkasan Bunga Cepat
Presiden The Fed Atalanta, Raphael Bostic mengatakan dalam wawancara dengan Fox Business bahwa data inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga mungkin mulai tumbuh, sebagian didorong oleh kenaikan tarif impor di bawah pemerintahan Presiden Trump
Ia menyoroti bahwa:
Indeks Harga Konsumen (CPI) Juni naik 2,7% (YoY), dibandingkan 2,4% pada Mei.
Hampir setengah kategori produk menunjukkan kenaikan harga lebih dari 5%, nyaris dua kali lipat dibanding Januari
Data tersebut menunjukkan adanya potensi titik belok dalam tren inflasi.
Ia menegaskan perlu lebih banyak data sebelum melanjutkan penurunan bunga, dan hanya satu kali pemangkasan (25 bps) yang mungkin dilakukan tahun ini
Pandangan ini bertolak belakang dengan ekspektasi pasar yang berharap ada dua kali penurunan mulai September.
Bostic menekankan bahwa pengaruh tarif impor terhadap inflasi nyata dan harus diwaspadai.
Pasar sempat bergejolak ketika ada isu Trump akan memecat Chair Powell, namun volatilitas mereda setelah penegasan tidak ada rencana pemecatan.
Meskipun ada tekanan politik, Bostic menegaskan bahwa kebijakan harus berbasis pada data fundamental ekonomi, bukan tekanan eksternal.
Bostic menyatakan kekhawatiran terhadap peningkatan tekanan inflasi akibat efek tarif, dan menyarankan langkah pengetatan kebijakan tetap dipertahankan.
Ia memperkirakan hanya ada satu kali penurunan suku bunga tahun ini, menahan ekspektasi pemangkasan agresif.
Pesan utama: data ekonomi harus menjadi dasar kebijakan, bukan tekanan politik.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id