BoJ Masih Tahan Suku Bunga Rendah, Tapi Ueda Kirim Sinyal Waspada
Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda pada Senin menegaskan bahwa inflasi inti di Jepang masih berada di bawah target 2%, sehingga bank sentral tetap mempertahankan kebijakan moneter longgar (accommodative). Artinya, suku bunga ultra-rendah dan dukungan likuiditas masih akan dipertahankan untuk sementara waktu agar pemulihan ekonomi tidak tersendat.
Meski begitu, Ueda juga memberi peringatan halus. Ia mengatakan bahwa membiarkan kebijakan terlalu longgar terlalu lama bisa menimbulkan risiko bagi upaya mencapai target inflasi 2% secara stabil dan berkelanjutan. BoJ, menurut Ueda, kini berusaha mencari level suku bunga yang bisa membuat “pendaratan mulus” bagi ekonomi Jepang — tidak terlalu ketat hingga memukul pertumbuhan, tapi juga tidak terlalu longgar hingga memicu ketidakseimbangan baru.
Di pasar keuangan, pernyataan Ueda ini membuat USD/JPY naik tipis sekitar 0,15% ke level 154,80, mencerminkan pandangan bahwa Jepang belum akan beralih cepat dari era suku bunga super rendah. Pertanyaannya sekarang: apakah BoJ akan mulai mengubah nada kebijakannya dalam beberapa bulan ke depan, atau justru bertahan lebih lama di mode ultra-longgar sambil menunggu bukti inflasi yang benar-benar “nempel” di atas 2%?(asd)
Sumber : Newsmaker.id