• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

11 November 2025 12:18  |

The Fed Siap Pangkas Suku Bunga Desember? Shutdown AS Bisa Jadi Game Changer!

Harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan Desember semakin meningkat, meski ketidakpastian masih membayangi. Berdasarkan data dari CME FedWatch Tools, peluang The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin kini mencapai sekitar 63–67%, naik dari kisaran 60% pada pekan sebelumnya.

Kenaikan ekspektasi ini didorong oleh tanda-tanda perlambatan ekonomi Amerika Serikat, di tengah inflasi yang mulai bergerak turun mendekati target 2%. Namun, shutdown pemerintahan AS yang dimulai sejak 1 Oktober 2025 memperumit situasi karena menunda rilis sejumlah data penting seperti tenaga kerja dan inflasi regional, sehingga membuat gambaran ekonomi nasional menjadi tidak lengkap.

Sejumlah pejabat Federal Reserve menunjukkan pandangan yang berbeda menjelang pertemuan terakhir tahun ini.

Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, menegaskan pentingnya sikap berhati-hati sebelum mengambil keputusan besar.

“Kami tidak boleh terburu-buru menurunkan suku bunga sebelum ada keyakinan penuh bahwa inflasi sudah terkendali,” ujarnya pekan ini.

Pandangan senada juga disampaikan oleh Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, yang menilai pasar tenaga kerja masih cukup kuat untuk menopang suku bunga tinggi lebih lama.

“Kita perlu lebih banyak bukti bahwa tekanan harga benar-benar surut sebelum bergerak ke arah pelonggaran kebijakan,” katanya.

Namun, Gubernur The Fed, Mary Daly, memberikan sinyal lebih terbuka. Menurutnya, The Fed harus tetap fleksibel terhadap data ekonomi yang masuk, terutama bila sektor ketenagakerjaan mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

“Kami harus siap bertindak bila ekonomi mulai mendingin lebih cepat dari perkiraan,” ujar Daly.

Survei pasar dari Bloomberg dan Reuters menunjukkan mayoritas ekonom masih memperkirakan akan ada satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun. Namun, mereka menegaskan waktu pelaksanaannya sangat bergantung pada arah inflasi dan kekuatan pasar tenaga kerja.

Analis senior dari LSEG Refinitiv menilai peluang cut di Desember kini berada pada level realistis, bukan lagi kepastian.

“Pasar mulai menyadari bahwa The Fed belum bulat, dan data ekonomi yang tertunda akibat shutdown membuat gambaran kebijakan semakin kabur,” tulis laporan LSEG, Senin malam.

Shutdown pemerintah AS yang sudah berlangsung sejak awal Oktober menjadi salah satu hambatan utama. Banyak laporan ekonomi yang tertunda publikasinya, termasuk data inflasi dan tenaga kerja federal, sehingga membuat proses analisis menjadi lebih rumit bagi The Fed.

Gubernur The Fed, Lisa Cook, mengakui bahwa keterlambatan data ini membuat pengambilan keputusan lebih sulit.

“Kami tidak memiliki gambaran penuh tentang kondisi ekonomi saat ini. Ini bukan waktu yang mudah untuk membuat keputusan besar,” katanya dalam forum pekan lalu.

Dengan peluang pemangkasan suku bunga mencapai sekitar 65%, pasar masih optimistis The Fed akan mulai melonggarkan kebijakan moneter pada Desember. Namun, perbedaan pandangan internal, inflasi yang belum sepenuhnya terkendali, serta keterlambatan data akibat shutdown pemerintah membuat keputusan The Fed berpotensi tetap hati-hati.

Investor kini menanti dua rilis penting menjelang rapat kebijakan: data inflasi inti PCE dan laporan tenaga kerja bulan November, yang diyakini akan menjadi penentu utama arah kebijakan moneter Amerika Serikat hingga akhir tahun.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
FISCAL & MONETARY

BOJ Pertahankan Suku Bunga, Pangkas Prospek Pertumbuhan PDB

Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga jangka pendek utamanya tidak berubah pada 0,5% selama pertemuannya di bulan Mei...

1 May 2025 10:46
BIAS23.com NM23 Ai