Shutdown AS? CPI Tetap Rilis, NFP kok Ditahan?
CPI bisa tetap rilis karena dikerjakan BLS dan dipakai buat hitung COLA (penyesuaian tunjangan Social Security), jadi secara prioritas BLS boleh memanggil kembali staf untuk menuntaskan rilis meski ada shutdown.
Sementara NFP (Employment Situation) butuh dua survei: CES (perusahaan) dan CPS (rumah tangga). CPS dijalankan oleh Biro Sensus (di bawah Dept. Perdagangan). Kalau Sensus kena dampak shutdown, data kunci buat laporan pekerjaan nggak lengkap/tertunda, sehingga rilisnya biasanya ditunda sampai operasi normal. Ini juga pernah terjadi di shutdown 2013 (laporan pekerjaan diundur).
Meski pemerintah AS sedang “shutdown”, BLS tetap merilis CPI September malam ini pukul 19:30 WIB. Lembaga itu bahkan memanggil kembali staf khusus untuk menyelesaikan laporan karena krusial bagi perhitungan COLA (penyesuaian tunjangan Social Security). Jadi, rilisnya tidak dibatalkan hanya mundur dari jadwal normal.
Fokus utama adalah core CPI bulanan karena paling baru dan jadi acuan The Fed. Kedua, core CPI tahunan untuk melihat tren. Ketiga, headline CPI bulanan yang sering dipengaruhi energi. Terakhir, headline CPI tahunan. Patokan cepat: kalau core bulanan sekitar 0,2 persen pasar cenderung lega, sekitar 0,3 persen netral, dan di atas 0,4 persen biasanya dolar menguat sementara emas dan perak tertekan.
Hasil CPI ini langsung mengalir ke rapat The Fed 28–29 Oktober. Pasar menilai peluang pemangkasan 25 bps masih terbuka, tapi angka CPI yang lebih panas bisa mengerem niat itu. Intinya: data malam ini adalah indikator keputusan minggu depan.
Skenario pasar : kalau CPI di atas perkiraan, biasanya USD menguat, emas & perak melemah, saham global cenderung turun, minyak bisa melemah karena takut permintaan tertekan suku bunga. Kalau CPI di bawah perkiraan, kebalikannya: USD melemah, emas & perak lega, saham menguat, minyak bisa naik tipis karena prospek pertumbuhan membaik.
Apa yang harus dipantau? Fokus ke core m/m dan core y/y sebagai sinyal tren dasar harga. Perhatikan juga rilis PMI AS setelahnya sebagai “pelengkap” arah sentimen. Waktunya jelas: 19:30 WIB angka keluar, pasar langsung bereaksi.(asd)
Sumber: Newsmaker.id