IHK Australia 2,8%: AUD Tahan, Yield Bergejolak
Inflasi Australia (IHK) Juli naik 2,8% YoY, tercepat sejak Juli 2024. Komponen biaya perumahan melonjak 3,6% YoY, menegaskan tekanan harga dari sewa dan utilitas. Angka ini sedikit di atas perkiraan pasar, memberi sinyal bahwa proses disinflasi berjalan, tapi belum tuntas.
Di pasar obligasi, futures obligasi 3-tahun Australia turun (yield naik) sesaat setelah rilis IHK yang lebih panas dari dugaan. Namun, reaksi ini diperkirakan sementara. Gambaran besar global masih menunjukkan Federal Reserve bergerak menuju pemangkasan suku bunga, faktor yang menjadi penggerak utama tenor pendek di G10 (kecuali Jepang).
Dengan latar itu, minat beli pada obligasi jangka pendek Australia berpeluang muncul kembali ketika investor memburu imbal hasil yang relatif menarik di tengah prospek pelonggaran global. Artinya, lonjakan yield setelah data bisa mereda saat pelaku pasar menyesuaikan posisi.
Di sisi valas, AUD berpotensi menjaga daya beli. Kondisi global yang cenderung mendukung pelemahan dolar AS, ditambah penguatan yuan hari ini, memberi sandaran pada aussie. Ke depan, arah AUD dan kurva yield Australia akan sangat dipengaruhi sinyal The Fed serta data global berikutnya.(ayu)
SumbeR: Newsmaker.id