• Mon, Jan 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

25 August 2025 15:53  |

Prospek Bisnis Jerman Tak Terduga Capai Level Tertinggi Sejak 2022

Keyakinan di antara perusahaan-perusahaan Jerman secara tak terduga meningkat ke level tertinggi sejak 2022 setelah Uni Eropa mencapai kesepakatan perdagangan dengan AS, meskipun beberapa pihak mengkritik tarif yang lebih tinggi.

Indeks ekspektasi oleh lembaga Ifo naik menjadi 91,6 pada bulan Agustus dari 90,8 yang direvisi pada bulan Juli. Para ekonom dalam survei Bloomberg telah memperkirakan penurunan. Ukuran kondisi saat ini sedikit memburuk.

“Sentimen di antara perusahaan-perusahaan di Jerman sedikit membaik,” kata Presiden Ifo Clemens Fuest pada hari Senin (25/8) dalam sebuah pernyataan. Namun, ia memperingatkan bahwa “pemulihan ekonomi masih lemah.”

Survei tersebut menawarkan harapan bahwa Jerman dapat bangkit kembali setelah dua tahun resesi menyusul perang Rusia di Ukraina. Indeks Manajer Pembelian Komposit S&P Global untuk bulan Agustus menunjukkan aktivitas sektor swasta di ekonomi terbesar Eropa secara tak terduga meningkat pesat.

Jajak pendapat ini akan disambut baik oleh Kanselir Friedrich Merz, yang kesulitan memenuhi janjinya untuk menghidupkan kembali pertumbuhan dengan memangkas birokrasi, merombak pasar tenaga kerja, dan memperkuat konsumsi domestik.

"Kita tidak hanya berada dalam periode pelemahan ekonomi, kita juga berada dalam krisis struktural ekonomi kita," kata Merz dalam pidatonya, Sabtu. "Tugas ini lebih besar daripada yang mungkin dibayangkan satu atau yang lain setahun yang lalu."

Tekanan jangka pendek tampaknya akan tetap ada. Data minggu lalu mengungkapkan penurunan 0,3% dalam produk domestik bruto pada kuartal kedua — jauh lebih tajam dari perkiraan awal. Hasil ini terutama disebabkan oleh kinerja produsen yang jauh lebih lemah menyusul lonjakan bisnis AS pada awal tahun untuk menghindari tarif, meskipun investasi juga menjadi hambatan besar.

Kuartal ini juga dianggap rentan terhadap gesekan perdagangan. Perjanjian yang dicapai Brussels dengan Presiden Donald Trump pada bulan Juli akan mengakibatkan sebagian besar pengiriman ke AS dikenakan pungutan sebesar 15% — sebuah hambatan besar bagi model bisnis Jerman yang berorientasi ekspor.

Pada saat yang sama, paket fiskal untuk meningkatkan infrastruktur dan mempersenjatai kembali militer akan meningkatkan prospek jangka menengah, dengan dampak yang kemungkinan akan terasa tahun depan. (Arl)

Sumber: Bloomberg

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
ECONOMY

Tingkat Pengangguran Australia Naik Menjadi 4,1%

Tingkat Pengangguran Australia naik menjadi 4,1% pada bulan Januari dari 4,0% pada bulan Desember, menurut data resmi yang di...

20 February 2025 07:46
GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
BIAS23.com NM23 Ai