Manufaktur AS Tancap Gas, Dorong PMI ke Tertinggi Sejak 2022
Aktivitas manufaktur AS pada Agustus melonjak ke 53,3 (di atas 50 = ekspansi), tertinggi sejak Mei 2022. Lonjakan permintaan mendorong produksi dan menumpuknya pesanan tertunda (backlog), sekaligus mengangkat PMI Komposit (gabungan manufaktur & jasa) ke level tertinggi tahun ini. Namun, di balik penguatan, perusahaan mengaku kesulitan memenuhi percepatan penjualan.
Detail survei menunjukkan output pabrik dan backlog naik ke level tertinggi sejak pertengahan 2022, sementara pesanan baru menyentuh puncak sejak Februari 2024. Merespons kuatnya permintaan, pelaku manufaktur kembali menambah tenaga kerja, dengan laju perekrutan tercepat sejak Maret 2022.
Di sisi harga, tarif/impor yang lebih mahal memperkuat tekanan biaya dan mendorong harga jual komposit ke level tertinggi dalam tiga tahun. Ini menandakan konsumen mulai menanggung beban kenaikan harga, terutama di sektor jasa yang mencatat harga tertagih tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Sektor jasa sendiri masih sehat meski indikator aktivitas sedikit turun; penjualan justru tumbuh tercepat tahun ini dan pekerjaan tertunda tetap yang terkuat sejak Mei 2022. Di tengah kecemasan atas pasokan dan kebijakan perdagangan, persediaan barang jadi pabrik melonjak ke level tertinggi sejak 2007, mencerminkan upaya antisipasi risiko pasokan ke depan.
Poin Penting:
PMI Manufaktur 53,3 (tertinggi sejak Mei 2022) → ekspansi solid.
Output, backlog, pesanan baru naik; perekrutan tercepat sejak Maret 2022.
Harga jual tembus tertinggi 3 tahun akibat tekanan tarif/biaya.
Jasa tetap kuat (penjualan tercepat YTD); inventaris barang jadi tertinggi sejak 2007.
Services remained strong (fastest year-to-date sales); finished goods inventories reached the highest level since 2007.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id