AS Janji Hapus ‘Stacking’ Tarif dan Potong Tarif Mobil Jepang
AS akhirnya memastikan akan mengakhiri penerapan tarif tumpang tindih (stacking) untuk produk Jepang dan memangkas tarif mobil sesuai janji, kata negosiator perdagangan utama Jepang, Ryosei Akazawa, setelah pertemuan dengan pejabat AS di Washington. Namun, belum ada kepastian kapan langkah ini akan dijalankan.
Akazawa menjelaskan bahwa AS akan mengeluarkan perintah eksekutif baru untuk merevisi tarif universal dan menurunkan tarif mobil serta suku cadang. Meski begitu, dia belum yakin waktu pelaksanaannya, tetapi berharap tidak sampai memakan waktu berbulan-bulan. AS juga akan mengembalikan kelebihan tarif yang sudah dibayarkan Jepang.
Tarif tinggi yang sudah membebani pabrikan mobil Jepang seperti Toyota dan Honda menyebabkan kerugian besar, bahkan Toyota memangkas target laba tahunannya akibat tarif tersebut. Sektor otomotif yang menyerap sekitar 8% tenaga kerja Jepang sangat terdampak, membuat ketidakpastian soal tarif menjadi masalah besar untuk perencanaan bisnis.
Setelah pernyataan Akazawa, saham-saham otomotif di Jepang seperti Toyota dan Honda langsung naik signifikan. Namun, kritik terus mengemuka dari industri otomotif AS yang merasa kesepakatan belum menyelesaikan masalah defisit perdagangan utama antara kedua negara. Jepang dan AS pun terus berkomunikasi untuk memperjelas dan mempercepat pelaksanaan kesepakatan.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id