Trump Tuduh China Langgar Perjanjian Perdagangan Awal
Presiden Donald Trump pada hari Jumat (30/5) mengatakan bahwa Tiongkok telah "melakukan pelanggaran" perjanjian perdagangan awal dengan Amerika Serikat, dan mengisyaratkan bahwa ia akan mengambil tindakan sebagai tanggapan.
"Begitulah seharusnya Mr. NICE GUY!” tulis Trump dalam sebuah unggahan media sosial yang mengatakan bahwa Tiongkok telah mengingkari kesepakatan yang menghentikan tarif pembalasan antara negara itu dan AS.
Merespon berita itu harga saham berjangka jatuh pada hari Jumat pagi menyusul pernyataan Trump.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, dalam sebuah wawancara CNBC pada hari Jumat pagi, menyuarakan tuduhan Trump, dengan mengatakan "kami sangat prihatin dengan" dugaan ketidakpatuhan Tiongkok terhadap perjanjian perdagangan sementara.
"Amerika Serikat melakukan persis apa yang seharusnya dilakukannya, dan Tiongkok tidak," kata Greer.
Ia menyebut hal itu "sama sekali tidak dapat diterima dan harus ditangani."
Menteri Keuangan Scott Bessent, dalam sebuah wawancara Fox News pada hari Kamis, mengatakan bahwa pembicaraan perdagangan dengan Tiongkok "sedikit terhenti."
CNBC telah meminta komentar dari kedutaan besar China di Washington, D.C.
Sementara AS dan China pada 12 Mei sepakat untuk menangguhkan sebagian besar tarif yang dikenakan pada impor masing-masing selama 90 hari.
Kesepakatan itu dicapai setelah Trump mengenakan tarif yang sangat tinggi pada impor dari China ke AS, dan China membalasnya dengan cara yang sama.
"Dua pekan lalu China berada dalam bahaya ekonomi yang serius!" tulis Trump dalam postingannya di Truth Social pada hari Jumat.
Trump mengunggah perkataannya dua hari setelah ia menyerang reporter CNBC Megan Cassella di Gedung Putih ketika ia bertanya mengenai istilah “perdagangan TACO,” yang merujuk pada frasa “Trump Selalu Menghindar.”
Istilah ini, yang dicetuskan oleh seorang kolumnis Financial Times, menunjukkan bahwa para pemilih saham dapat menghasilkan uang dengan membeli saham setelah pasar jatuh akibat berita tarif baru yang diberlakukan Trump, dengan mengetahui bahwa ia pasti akan menghentikan sementara atau mengurangi tarif, sehingga mendorong pasar naik.
Sumber: CNBC