• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

10 April 2025 10:32  |

Jepang Terus Mendesak Keringanan Tarif Selama Jeda 90 Hari

Jepang akan terus mendesak AS untuk memikirkan kembali rencana tarifnya dengan harapan memperoleh penangguhan jangka panjang dari tarif yang lebih tinggi yang ditunda oleh Presiden Donald Trump, kata perwakilan perdagangan utama negara itu. "Tidak ada perubahan dalam kebijakan Jepang," kata Ryosei Akazawa, yang minggu ini ditunjuk sebagai negosiator utama negara itu untuk pungutan AS.

"Kami akan mengejar kepentingan nasional Jepang semaksimal mungkin tanpa panik atau membuat keributan." Jeda 90 hari tersebut menghapus pungutan yang lebih tinggi secara menyeluruh atas barang-barang yang diimpor ke AS dari Jepang dan banyak negara lain untuk saat ini, sambil tetap mempertahankan bea masuk dasar sebesar 10%. Jepang sebelumnya menghadapi bea masuk sebesar 24%. Penarikan sementara itu terjadi hanya beberapa jam setelah Trump memberlakukan serangkaian tarif yang membuat investor ketakutan, memicu gejolak pasar, dan mendorong pejabat pemerintah di seluruh dunia untuk mengadakan pertemuan yang bertujuan untuk menenangkan kegelisahan.

Tokyo diperkirakan akan menjadi salah satu negara yang diprioritaskan dalam negosiasi perdagangan dengan Washington. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa ia akan berbicara dengan pejabat dari Jepang, Vietnam, India, dan Korea Selatan dalam beberapa hari mendatang. Jepang masih menghadapi tarif 25% untuk mobil, suku cadang mobil, baja, dan aluminium, sementara barang-barang lainnya tetap dikenakan tarif pajak tetap 10% yang berlaku untuk semua negara.

Pejabat Jepang khawatir bahwa tarif, terutama untuk mobil, menimbulkan ancaman serius bagi ekonomi negara tersebut. Menteri Keuangan Katsunobu Kato mengatakan pada hari Kamis bahwa ia akan melakukan yang terbaik untuk mengimbangi dampak tarif dengan memperkenalkan langkah-langkah ekonomi. Ia menambahkan bahwa ia akan terus mencermati dampak kebijakan perdagangan AS terhadap pasar keuangan. Jepang melihat penangguhan beberapa tarif sebagai perkembangan positif, tetapi akan terus menyerukan peninjauan ulang terhadap pungutan yang masih berlaku, kata Akazawa, yang juga menjabat sebagai menteri revitalisasi ekonomi.(ads)

Sumber: Blommberg

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Dan UE Bahas Perdagangan Sebagai Respons Atas Tarif...

Tiongkok dan Uni Eropa telah bertukar pandangan tentang penguatan kerja sama ekonomi dan perdagangan mereka sebagai respons a...

10 April 2025 10:21
BIAS23.com NM23 Ai