Serangan Ditunda, Diplomasi Iran Kembali Terbuka
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran akan dimulai pada Senin setelah Washington menunda rencana serangan baru. Langkah tersebut kembali membuka harapan tercapainya penyelesaian diplomatik atas konflik yang telah mengganggu pasokan energi global.
Trump mengatakan pembicaraan akan dimulai pada Senin sore, tetapi tidak mengungkapkan lokasi maupun pihak-pihak yang terlibat. Ia menyebut keputusan menunda serangan dilakukan atas permintaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Iran.
Menurut Trump, kesepakatan yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan denuklirisasi Iran sudah semakin dekat. Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Trump mengatakan AS siap melancarkan operasi militer besar terhadap Iran.
Harapan terhadap terobosan diplomatik langsung menekan harga minyak. Minyak Brent turun 4,6% menjadi sekitar US$83,96 per barel, sedangkan minyak mentah AS merosot sekitar 4,7% ke level US$80,60 per barel.
Proposal terbaru disebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian serangan di kawasan, serta berakhirnya serangan milisi yang didukung Iran terhadap negara-negara Teluk Arab dan Yordania. AS juga disebut akan mengakhiri blokade laut dan mengizinkan Iran kembali mengekspor minyak.
Namun, belum ada kesepakatan resmi yang dicapai dan risiko keamanan pelayaran masih tinggi. UKMTO melaporkan sebuah kapal tanker mengalami ledakan di dekat kapal saat berada di mulut Selat Hormuz, meskipun kapal dan seluruh awaknya dilaporkan selamat.
Di sisi lain, Iran dan Oman dikabarkan hampir menyelesaikan kesepakatan baru mengenai pengelolaan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut dinilai penting untuk menjaga arus perdagangan energi sekaligus mencegah ketegangan kembali meningkat.(gn)
Sumber: Newsmaker.id