China Terus Meningkatkan Pembelian Emas Resmi di 2025
Pada tahun 2025, China kembali memperlihatkan keseriusannya dalam memperkuat cadangan emas negara, dengan People's Bank of China (PBoC) yang tercatat menambah sekitar 21 ton emas sepanjang tahun ini. Ini menjadikan total cadangan emas China mencapai lebih dari 2.300 ton, menjadikannya salah satu negara dengan cadangan emas terbesar di dunia. Pembelian emas ini menjadi bagian dari strategi China untuk memperkuat cadangan devisa dan mendiversifikasi aset, mengingat ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat.
China sudah tercatat sebagai pembeli emas aktif selama beberapa tahun terakhir, dan tren ini diperkirakan akan berlanjut. Meskipun data resmi dari IMF menunjukkan pembelian sekitar 21 ton hingga Desember 2025, banyak analis memperkirakan angka sesungguhnya jauh lebih besar. Societe Generale dan beberapa analis lainnya memperkirakan bahwa pembelian emas China di pasar global bisa lebih dari 200 ton, dengan sebagian besar pembelian tidak tercatat dalam data resmi. World Gold Council (WGC) mencatat bahwa pembelian oleh bank sentral global, termasuk China, terus meningkat sebagai respon terhadap ketidakpastian pasar dan inflasi yang tinggi.
Dengan meningkatnya pembelian emas oleh China, beberapa pengamat pasar melihat langkah ini sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan memperkuat posisinya di pasar global. Selain itu, situasi geopolitik yang semakin tegang, seperti ancaman serangan AS terhadap operasi narkoba di Amerika Latin dan ketidakpastian pasar energi, semakin mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven. Harga emas pun terus menunjukkan pergerakan positif, didorong oleh kekhawatiran atas stabilitas ekonomi global dan upaya diversifikasi cadangan oleh negara-negara besar.
Dengan tren ini, pasar emas global semakin melihat bahwa pembelian oleh bank sentral, khususnya China, bukan hanya sebagai upaya untuk mengamankan kekayaan, tetapi juga untuk menanggapi ancaman dan tantangan ekonomi yang sedang berlangsung. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, kebijakan pembelian emas China ini akan terus menjadi sorotan, mempengaruhi dinamika pasar emas global ke depan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id