Bank Sentral Borong Emas Sepanjang Tahun, Harga Terangkat Kuat
Pembelian emas oleh bank-bank sentral dunia sepanjang tahun ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong harga emas melonjak tajam hingga mencetak rekor tertinggi. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kebijakan suku bunga, dan risiko geopolitik, emas kembali diposisikan sebagai aset strategis jangka panjang.
Sepanjang kuartal pertama, bank sentral tercatat membeli emas dalam jumlah besar. Pembelian bersih global mencapai 244 ton, menandakan minat yang tetap kuat meski harga sudah berada di level tinggi. Tren ini berlanjut di kuartal-kuartal berikutnya, dengan pembelian yang relatif stabil dan konsisten.
Memasuki kuartal ketiga, pembelian emas oleh bank sentral kembali meningkat signifikan. Total pembelian bersih mencapai 220 ton (naik 28% vs kuartal sebelumnya). Hingga akhir kuartal ketiga, total pembelian emas bank sentral sepanjang tahun ini telah melampaui 600 ton, menunjukkan bahwa minat institusional belum mereda.
Menjelang akhir tahun, pembelian juga masih berlanjut. Pada bulan Oktober, bank sentral dunia kembali menambah cadangan emas mereka sejumlah 53 ton (naik 36% month-to-month). Ini menegaskan bahwa tren akumulasi emas belum berhenti, meskipun harga sudah berada di dekat atau bahkan di level tertinggi sepanjang sejarah.
Pembelian emas oleh bank sentral memiliki dampak besar terhadap harga karena menciptakan permintaan dasar (base demand) yang kuat dan stabil. Berbeda dengan investor jangka pendek, emas yang dibeli bank sentral umumnya disimpan sebagai cadangan devisa jangka panjang, sehingga jarang kembali ke pasar dalam waktu dekat. Hal ini memperketat pasokan fisik dan menopang harga.
Selain itu, pembelian masif bank sentral memperkuat peran emas sebagai aset lindung nilai dan sarana diversifikasi dari dominasi dolar AS. Banyak negara memilih menambah cadangan emas untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang tertentu, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter global.
Kombinasi pembelian bank sentral, arus masuk ke ETF emas, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga global membuat harga emas mencatat kinerja tahunan yang sangat kuat. Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak tajam dan menuju kenaikan tahunan terbesar dalam beberapa dekade. Selama tren pembelian bank sentral masih berlanjut, emas dinilai tetap memiliki fondasi yang kokoh untuk bertahan di level tinggi, bahkan berpotensi melanjutkan reli ke depan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id