Pupuk Kanada Diincar Trump, Harga Pangan Bisa Ikut Naik?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa ia siap mengenakan tarif yang sangat tinggi untuk pupuk yang diimpor dari Kanada. Menurut Trump, saat ini banyak pupuk yang digunakan di AS berasal dari Kanada. Dengan tarif tinggi, ia berharap perusahaan di Amerika mau meningkatkan produksi pupuk di dalam negeri, sehingga AS tidak terlalu bergantung pada negara lain.
Secara sederhana, tarif itu seperti pajak tambahan untuk barang impor. Kalau tarif dinaikkan, harga pupuk dari Kanada akan jadi lebih mahal ketika masuk ke Amerika. Akibatnya, pupuk lokal buatan perusahaan dalam negeri bisa menjadi lebih menarik, karena harganya bisa bersaing atau malah lebih murah dibanding pupuk impor. Inilah yang dimaksud Trump sebagai cara untuk “mendorong produksi di sini”.
Namun, kebijakan seperti ini tidak hanya berdampak ke produsen pupuk, tapi juga ke petani dan masyarakat luas. Jika pupuk impor menjadi mahal dan produksi dalam negeri belum mampu menutup kebutuhan, harga pupuk secara umum bisa naik. Petani yang memakai pupuk akan menanggung biaya produksi yang lebih tinggi, dan pada akhirnya harga hasil panen atau bahan makanan juga bisa ikut naik.
Di sisi lain, Kanada sebagai pemasok pupuk bisa dirugikan karena ekspornya ke AS berkurang. Hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Kanada juga bisa memanas jika Kanada merasa dirugikan dan kemudian membalas dengan kebijakan lain terhadap produk AS. Jadi, meskipun tujuan Trump adalah memperkuat produksi dalam negeri, kebijakan tarif tinggi ini juga membawa risiko bagi petani, konsumen, dan hubungan dagang kedua negara. (az)
Sumber: Newsmaker.id