Trump Tekan Putin Demi Gencatan Senjata Ukraina di KTT Alaska
Donald Trump dan Vladimir Putin bertemu di Alaska pada Jumat, dengan fokus utama dorongan Trump agar tercapai kesepakatan gencatan senjata di Ukraina. Dari kubu Moskow, muncul sinyal “tawaran penyelamat muka” berupa kemungkinan kesepakatan pengendalian senjata nuklir sebagai bagian dari paket pembicaraan.
Pertemuan tatap muka pertama sejak Trump kembali ke Gedung Putih ini digelar di pangkalan udara era Perang Dingin. Namun, Zelenskiy tidak diundang, memicu kekhawatiran Kyiv dan sekutu Eropa bahwa Ukraina bisa ditekan untuk memberi konsesi teritorial. Trump menyebut gencatan senjata akan menguatkan citranya sebagai pembawa damai.
Trump mengakui perang darat terbesar di Eropa sejak PD II itu lebih sulit diakhiri dari perkiraan. Ia membuka peluang KTT kedua yang melibatkan Zelenskiy—dan mungkin pemimpin Eropa—yang dinilainya akan lebih produktif jika pembicaraan awal dengan Putin berjalan baik.
Dari sisi Moskow, ada tanda kompromi: sumber dekat Kremlin menyebut beberapa syarat mungkin disepakati karena tekanan sanksi. Menlu Sergei Lavrov mengatakan Rusia tak pernah benar-benar membuka rencananya, sementara analis menilai Kremlin bisa memberi “hasil” yang diinginkan Trump tanpa kehilangan kendali eskalasi di lapangan.
Secara strategis, Putin membutuhkan keringanan sanksi atau setidaknya jeda sanksi baru. Sehari jelang KTT, ia menggulirkan prospek pakta kendali senjata nuklir baru untuk menggantikan kesepakatan terakhir yang habis masa berlakunya awal tahun depan—isu yang diyakini menarik bagi Trump.
Isu paling sensitif tetap soal wilayah. Trump menyebut pengalihan tanah bisa jadi jalan keluar, tetapi Zelenskiy menolak opsi menyerahkan wilayah. Tujuan perang Rusia mencakup kendali penuh Donbas (Donetsk—Luhansk), serta Kherson dan Zaporizhzhia, plus mencegah keanggotaan NATO Ukraina. Apakah Putin bersedia kompromi di area ini masih tanda tanya.
Poin Intinya:
- Trump dorong gencatan senjata; Putin lempar opsi kontrol senjata nuklir.
- Zelenskiy tak diundang, Eropa khawatir soal konsesi teritorial.
- KTT kedua yang melibatkan Ukraina dibuka opsinya oleh Trump.
- Sinyal kompromi Rusia muncul, namun fokusnya menjaga kendali eskalasi.
- Putin butuh keringanan sanksi; isu nuklir jadi pemanis tawaran.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id