• Mon, Jan 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

12 August 2025 16:12  |

Trump Siap ‘Uji Coba’ dengan Putin, Ukraina Cemas

Presiden AS Donald Trump menurunkan ekspektasi untuk pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat mendatang, menyebutnya sebagai “pertemuan uji coba” dan mengatakan siap mundur jika tidak ada kesepakatan yang tercapai. Dalam konferensi pers, Trump mengaku bisa mengetahui dalam dua menit pertama apakah kesepakatan mungkin terjadi, dan jika tidak, ia akan membiarkan kedua pihak melanjutkan konflik. Ia juga mengungkap rencana negosiasi “tukar-menukar wilayah” meskipun Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa konstitusi negaranya melarang pemberian wilayah kepada Rusia.

Trump mengatakan akan “pergi ke Rusia” untuk bertemu Putin, meski sebenarnya pertemuan berlangsung di Alaska. Ia tidak menetapkan gencatan senjata sebagai syarat awal, yang menjadi kekhawatiran Ukraina dan sekutu Eropa. Zelensky menegaskan setiap negosiasi harus dimulai dengan gencatan senjata agar tidak berlangsung di tengah serangan. Kekhawatiran bertambah karena Trump tidak membahas jaminan keamanan untuk Ukraina atau komitmen dukungan militer di masa depan.

Wakil Presiden JD Vance bahkan secara tegas menyatakan bahwa AS tidak lagi akan mendanai perang Ukraina, dan bantuan hanya akan datang jika dibeli oleh sekutu Eropa. Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran bahwa pemerintahan Trump akan mengurangi dukungan langsung ke Kyiv. Persiapan pertemuan ini dinilai tergesa-gesa, tanpa negosiasi detail atau kesepakatan awal yang biasanya menjadi prosedur standar diplomasi tingkat tinggi.

Hingga kini, Gedung Putih belum mengumumkan lokasi pasti pertemuan, durasi, atau apakah Trump akan memimpin pertemuan langsung antara Putin dan Zelensky. Pejabat Eropa mengaku ada pembicaraan di tingkat bawah antara Rusia dan AS, namun mereka tidak akan hadir di Alaska, sehingga sulit mempengaruhi jalannya negosiasi. NATO dan para sekutu berupaya “melindungi” Trump dari potensi manuver politik Putin, termasuk mengatur panggilan video dengan Trump sebelum pertemuan.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, yang punya hubungan baik dengan Trump, memberikan peringatan keras agar presiden AS berhati-hati. Kekhawatiran utama adalah Putin bisa memanfaatkan pertemuan ini untuk menyanjung, mengulur waktu, dan memengaruhi Trump agar menerima narasi Rusia. Sejarah menunjukkan Trump pernah menyalahkan Ukraina atas invasi dan menolak bergabung dengan sekutu Barat dalam mengutuk agresi Rusia di PBB, sehingga risiko “tertipu” oleh Putin tetap tinggi di mata Ukraina dan sekutu Eropa.(ayu)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai