AS-Tiongkok Perpanjang Gencatan Tarif, Pasar Dapat Angin Segar
Amerika Serikat dan Tiongkok dilaporkan akan memperpanjang gencatan senjata tarif selama 90 hari, menurut laporan South China Morning Post (SCMP) pada Minggu, mengutip sumber dekat perundingan. Negosiasi lanjutan antara kedua negara dimulai hari Senin di Stockholm, menjelang berakhirnya gencatan yang saat ini berlaku pada 12 Agustus.
Putaran ketiga negosiasi ini difokuskan pada pembahasan isu-isu sensitif, seperti kelebihan kapasitas industri Tiongkok, bukan mengejar kesepakatan cepat. Sumber mengatakan bahwa selama masa perpanjangan, tidak ada rencana dari kedua pihak untuk mengenakan tarif baru atau meningkatkan konflik dagang yang sedang berlangsung.
Tiongkok juga diperkirakan akan meminta klarifikasi dari AS soal tarif 20% yang dikenakan sejak Maret atas kekhawatiran terkait zat fentanil. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa kesepakatan dengan Tiongkok sudah “sangat dekat”, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Di sisi lain, Financial Times melaporkan bahwa AS telah menunda sementara pembatasan ekspor teknologi ke Tiongkok, sebagai upaya menjaga suasana negosiasi tetap kondusif. Pasar merespons positif kabar ini karena dinilai bisa menurunkan ketegangan dan membuka jalan menuju kesepakatan dagang yang lebih luas.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id