AS Serang Targetkan Iran Usai Insiden Hormuz, Gencatan Senjata Diuji
Amerika Serikat menyerang sejumlah sasaran militer di Iran setelah Iran menembaki tiga kapal perusak Angkatan Laut AS yang sedang melintas di Selat Hormuz. Eskalasi ini menguji gencatan senjata yang rapuh, meskipun kedua pihak menyatakan masih membahas cara mengakhiri perang.
Menurut pernyataan Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Kamis, serangan Iran melibatkan beberapa rudal, drone, dan perahu kecil. CENTCOM mengatakan tidak ada aset AS yang terkena serangan.
CENTCOM menyebut militer AS merespons dengan menetralisir ancaman yang datang dan menargetkan lokasi peluncuran rudal dan drone, titik komando-kendali, serta fasilitas intelijen yang dinilai terkait dengan serangan terhadap pasukan AS. Ketegangan kembali meningkat saat AS disebut berupaya keluar dari perang yang kini memasuki bulan ketiga.
Presiden Donald Trump menuntut Teheran segera menandatangani perjanjian, namun kemudian mengatakan gencatan senjata masih berlaku meskipun terjadi aksi saling serang. Iran belum memberi sinyal akan menerima syarat AS, dan disebut tidak menunjukkan tanda mengalah terkait program nuklir maupun moratorium pengayaan uranium dua tuntutan utama Washington.
Dampak ke pasar mulai terlihat di Asia. Saham Asia terkoreksi dari rekor, sementara minyak melonjak; Brent sempat naik hingga sekitar 2,5% mendekati $103 per barel, memutus tren penurunan tiga hari. Pasar menilai risiko pasokan energi tetap tinggi selama kondisi Selat Hormuz belum benar-benar stabil.
Ke depan, sensitivitas pasar akan bertumpu pada arus energi dan persepsi risiko. Jika ketegangan di Hormuz berlanjut, minyak cenderung mendapat dukungan karena risiko gangguan pasokan; dolar AS berpotensi menguat saat investor mencari aset aman dan menilai ulang risiko inflasi energi; sementara emas bisa membantu melindungi nilai risiko geopolitik, tetapi kenaikannya dapat tertahan bila penguatan dolar dan ekspektasi suku bunga tinggi ikut menguat.
5 poin inti
- AS menyerang sasaran militer di Iran setelah insiden menembak terhadap tiga kapal perusak AS di Selat Hormuz.
- CENTCOM menyatakan serangan Iran melibatkan rudal, drone, dan perahu kecil; tidak ada aset AS yang terkena.
- AS membalas dengan menargetkan peluncur rudal/drone serta fasilitas komando dan intelijen yang dinilai terkait serangan.
- Trump menekan Iran untuk menandatangani perjanjian, namun menyebut gencatan senjata masih berlaku.
- Pasar merespons dengan saham Asia melemah dan menguat minyak, menegaskan fokus pada risiko pasokan energi.(asd)
Sumber: Newsmaker.id