Trump: Iran Siapkan Tawaran, Perundingan Damai Dijadwalkan Lanjut di Pakistan
Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran berencana menyampaikan tawaran yang ditujukan untuk memenuhi tuntutan Washington, ketika pembicaraan damai diperkirakan kembali berlangsung di Pakistan. “Mereka membuat tawaran dan kita lihat saja,” kata Trump dalam wawancara telepon pada Jumat (24/4), seraya menambahkan ia belum mengetahui rincian tawaran tersebut.
Trump menegaskan setiap kesepakatan harus mencakup Iran menyerahkan uranium yang diperkaya dan menjamin kebebasan lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz. Ia juga menegaskan militer AS akan mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran hingga tercapai kesepakatan. Saat ditanya apa yang dibutuhkan untuk mencabut blokade, Trump mengatakan ia perlu melihat terlebih dahulu apa yang ditawarkan Iran.
Gedung Putih sebelumnya menyatakan kekhawatiran soal siapa yang memimpin Iran, dengan pejabat AS menilai struktur kepemimpinan Teheran “terpecah”. Pada Jumat, Trump menolak menyebut nama pihak yang diajak bernegosiasi, hanya mengatakan AS “berurusan dengan orang-orang yang sekarang memegang kendali”.
Menurut rencana, utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner akan berangkat pada Sabtu menuju Islamabad untuk bertemu delegasi Iran. Reuters sebelumnya melaporkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi diperkirakan berada di Islamabad pada Jumat untuk membahas proposal memulai kembali pembicaraan.
Bagi pasar, fokus utama tetap pada dua titik tekan: status blokade dan kepastian akses Selat Hormuz. Kemajuan diplomasi berpotensi meredakan premi risiko energi, sementara kebuntuan berkepanjangan cenderung mempertahankan volatilitas minyak—yang kemudian dapat memengaruhi ekspektasi inflasi dan arah suku bunga. Pelaku pasar akan memantau isi tawaran Iran, jadwal pertemuan di Islamabad, serta sinyal perubahan pada blokade dan arus pelayaran di Hormuz. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id