Retail Sales AS Melonjak 1,7% di Maret, Ditopang Lonjakan BBM
Penjualan ritel AS naik tajam 1,7% month-on-month (MoM) pada Maret 2026, melampaui ekspektasi pasar 1,4%, setelah Februari direvisi naik menjadi +0,7%. Kenaikan ini menjadi pertumbuhan bulanan paling kuat sejak Januari 2023, menegaskan akselerasi belanja konsumen pada akhir kuartal I.
Pendorong utama datang dari kategori energi: penerimaan di SPBU (gasoline station receipts) melonjak 15,5%, seiring harga bahan bakar yang meningkat tajam. Lonjakan tersebut dikaitkan dengan kenaikan harga energi di tengah eskalasi konflik dengan Iran, yang mendorong nilai belanja di pom bensin naik signifikan.
Komposisi pertumbuhan ini penting untuk dibaca: kenaikan ritel yang kuat, namun sangat ditopang oleh komponen bensin, dapat mencerminkan efek harga (price effect) lebih besar daripada lonjakan volume konsumsi secara merata. Artinya, angka headline yang lebih tinggi belum tentu sepenuhnya menggambarkan penguatan daya beli riil di seluruh kategori.
Bagi pasar, data ini menjaga narasi bahwa konsumsi AS masih cukup tangguh, sementara tekanan harga energi berpotensi menambah sensitivitas inflasi jangka pendek. Fokus berikutnya adalah apakah kenaikan ritel meluas di luar bensin, serta bagaimana pergerakan harga energi dan dinamika geopolitik memengaruhi pola belanja pada bulan-bulan berikutnya. (gn)*
Sumber: Newsmaker.id