Empire State Rebound—Sinyal Mixed: Order Naik, Job Turun
Aktivitas pabrik di New York mulai menunjukkan tanda hidup di awal tahun, tetapi pasar tenaga kerja sektor manufaktur justru memberi sinyal melemah. Survei Empire State Manufacturing untuk Januari yang dirilis pada hari Kamis (15/1) mencatat perbaikan pada order dan pengiriman, sementara tekanan harga jual melambat ke titik terendah hampir setahun.
Indeks general business conditions New York Fed melonjak 11,4 poin menjadi 7,7 pada Januari—kembali ke wilayah ekspansi (di atas 0) setelah sempat turun tipis ke zona negatif pada Desember. Penguatan ini didorong pemulihan new orders dan lonjakan shipments, menandakan permintaan dan arus distribusi membaik di awal kuartal.
Namun, laporan yang sama menunjukkan sisi rapuhnya: indikator jumlah karyawan turun tajam ke -9,0, level terendah dalam dua tahun, dan rata-rata jam kerja juga ikut menyusut. Artinya, meski aktivitas naik, pabrik belum agresif menambah tenaga kerja.
Dari sisi harga, tekanan biaya input masih terasa. Prices paid bertahan tinggi di 42,8, menandakan kenaikan biaya bahan baku belum benar-benar reda. Tetapi kabar baiknya, kemampuan perusahaan menaikkan harga ke pelanggan mulai melemah: prices received turun 11 poin ke 14,4, terendah sejak Februari 2025—mengindikasikan laju kenaikan harga jual melambat.
Untuk prospek, pelaku usaha tetap relatif optimistis. Indeks future business conditions enam bulan ke depan turun 3,2 poin menjadi 30,3, namun masih menunjukkan ekspektasi perbaikan, dengan banyak responden memperkirakan kondisi akan membaik. Survei ini dikumpulkan pada 2–9 Januari. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id