Dua Kata: FOMC & Tarif. Emas? BOOM!
Harga emas naik mendekati $3.320 per ons pada perdagangan Kamis sesi Asia, melanjutkan tren penguatan setelah rilis risalah FOMC semalam menunjukkan adanya perpecahan di internal The Fed soal arah suku bunga. Sebagian besar pejabat masih membuka peluang dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, sementara yang lain cenderung berhati-hati karena khawatir tarif impor baru akan memicu inflasi. Ketidakpastian ini memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven, terutama karena suku bunga yang lebih rendah membuat emas yang tidak menghasilkan bunga menjadi lebih kompetitif dibanding obligasi.
Dari sisi geopolitik, sentimen pasar juga diperkuat oleh langkah mengejutkan Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan tarif 50% terhadap Brasil, salah satu tarif tertinggi sejauh ini dalam siklus perang dagang baru. Langkah ini menambah tekanan pada perdagangan global dan memperkuat kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan, mendorong investor global kembali masuk ke logam mulia sebagai lindung nilai. Kombinasi antara prospek pelonggaran moneter dan risiko geopolitik membuat harga emas tetap berada dalam jalur bullish jangka menengah, dengan potensi menguji level resistance berikutnya di atas $3.330 jika sentimen dovish The Fed terus berkembang.
Rekomendasi:
Beli jika harga menembus di atas $3,326
Jual jika harga menembus di bawah $3,314
Resistensi 2: $3.332
Resistensi 1: $3,326
Dukungan 1: $3,314
Dukungan 2: $3,308
Catatan: Artikel ini dimaksudkan untuk analisis dan bukan sebagai referensi pasti. Selalu memperhatikan perkembangan fundamental dan teknis sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: ads-Newsmaker.id