• Sun, Apr 26, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--
 TOP NEWS

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 April 2025 11:29  |

Perak Masih Tertekan

Perak turun selama dua hari, karena ketidakpastian yang masih ada atas perang dagang AS-Tiongkok yang mempertahankan permintaan untuk aset second safe haven tersebut. Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pada hari Rabu bahwa tarif yang tinggi antara AS dan Tiongkok perlu dikurangi sebelum pembicaraan perdagangan dapat berlanjut, meskipun ia menekankan bahwa Presiden Trump tidak akan secara sepihak memangkas tarif atas barang-barang Tiongkok.

Sampai berita ini di rilis,Harga perak masih berada di level $ 33.295

REKOMENDASI

- Beli jika harga bergerak ke $ 33.200

- Jual jika harga bergerak ke $ 33.400

 

Level Resistansi 2: $ 33.575

Level Resistansi 1: $ 33.435

 

Level Support 1 : $ 33.155

Level Support 2 : $ 33.015

Catatan:

Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Memperhatikan perkembangan fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.

Sumber: Newsmaker.id

 

Related News

MARKET ANALISYS

Harga Emas Stabil Jelang Data CPI AS

Harga emas naik pada hari Rabu (15/1) karena dolar AS dan imbal hasil Treasury melemah, sementara pelaku pasar menunggu data ...

15 January 2025 17:15
MARKET ANALISYS

Perak Diperdagangkan Stagnant Saat Dolar AS Bangkit

Harga perak (XAG/USD) turun tipis, Logam putih menghadapi tekanan karena Dolar AS (USD) bangkit dengan kuat setelah Presiden ...

22 January 2025 01:49
MARKET ANALISYS

Akankah Perak Membuat ATH Terbarunya?

Saat berita ini rilis, perak berada di Area $33.842. Perak cenderung naik pada siang ini, hal ini didukung oleh ketidakpast...

29 October 2024 10:46
MARKET ANALISYS

Akankah Silver Kembali ke Level $34?

Perak kembali ke level $33 setelah kemarin sempat menyentuh area $34. Hal ini terjadi masih didukung oleh ketidakpastian se...

31 October 2024 07:39
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai