
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Selasa (15/9) karena lonjakan yield obligasi kembali menekan sentimen investor. S&P 500 turun sekitar 0,4%, Dow Jones kehilangan 328 poin, sementara Nasdaq melemah 0,6%.
Tekanan pasar meningkat setelah yield Treasury AS tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi dalam hampir dua dekade. Kenaikan biaya pinjaman membuat valuasi saham semakin tertekan, terutama perusahaan teknologi yang sangat bergantung pada pembiayaan dan ekspektasi pertumbuhan jangka panjang.
Ketegangan yang semakin meningkat di Timur Tengah turut memperburuk sentimen. Risiko gangguan pasokan energi mendorong harga bahan bakar lebih tinggi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada keputusan kebijakan Rabu.
Saham perusahaan teknologi besar menjadi salah satu sumber tekanan. Alphabet turun sekitar 1,3%, Microsoft melemah 1,6%, Amazon kehilangan 2%, sementara Oracle anjlok 3,1% karena kenaikan yield meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya pendanaan sektor teknologi.
Namun, sejumlah saham semikonduktor berhasil rebound setelah mengalami tekanan pada sesi sebelumnya. Nvidia naik sekitar 0,6%, sementara AMD menguat 2,2%. Pemulihan terjadi setelah saham chip sempat terpukul oleh kekhawatiran seputar perkembangan kecerdasan buatan.
Analisa Newsmaker: Wall Street masih menghadapi tekanan dari kombinasi yield tinggi, minyak mahal, dan ekspektasi Fed yang semakin hawkish. Arah pasar selanjutnya akan sangat bergantung pada keputusan suku bunga serta sinyal dari The Fed mengenai kemungkinan pengetatan lanjutan. Jika yield tetap tinggi, sektor teknologi berpotensi kembali menjadi salah satu yang paling sensitif.
Sumber: Newsmaker.id