Wall Street Bangkit, Data Bisnis AS Kuat Redam Tekanan Pasar
Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Jumat (21/8) setelah data ekonomi terbaru menunjukkan aktivitas bisnis AS tumbuh pada laju tercepat dalam lebih dari empat tahun. Penguatan ini membantu Wall Street memangkas sebagian tekanan setelah sebelumnya dibayangi kenaikan yield Treasury dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS.
Indeks S&P 500 naik 0,4%, Nasdaq 100 menguat 0,3%, sementara Dow Jones melonjak 518 poin. Sentimen investor membaik setelah laporan menunjukkan aktivitas bisnis AS meningkat ke level tertinggi sejak April 2022, memperkuat optimisme terhadap ketahanan ekonomi meski suku bunga masih berada di level tinggi.
Namun, pasar tetap mencermati pergerakan obligasi pemerintah AS. Yield Treasury tenor panjang masih bertahan dekat level sebelum Departemen Keuangan mengumumkan peningkatan program buyback obligasi. Investor masih menilai apakah langkah tersebut cukup efektif untuk meredakan tekanan dari kekhawatiran inflasi dan meningkatnya beban utang pemerintah.
Saham teknologi berkapitalisasi besar kembali menjadi penopang utama. Alphabet naik 1,1%, Microsoft menguat 0,4%, dan Meta bertambah 0,8%. Sementara itu, saham sektor chip bergerak beragam, dengan Nvidia turun 1%, Micron melemah 0,8%, dan Intel terkoreksi 2,2%.
Di sisi lain, saham Walmart masih menjadi perhatian setelah laporan kinerja yang mengecewakan menekan prospek perusahaan. Saham ritel tersebut tercatat turun lebih dari 10% sepanjang pekan, meningkatkan kekhawatiran terhadap kekuatan konsumsi rumah tangga AS.(yds)
Sumber: Newsmaker.id