
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 turun 0,69% pada penutupan perdagangan Senin (24/08) setelah tekanan pada sektor Paper & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi membebani pasar. Meski indeks melemah, jumlah saham yang menguat masih lebih banyak, yakni 2.052 saham dibandingkan 1.439 saham yang turun.
Saham komoditas dan industri menjadi salah satu penopang pasar. Sumitomo Metal Mining melonjak 6,64%, Hitachi Construction Machinery naik 6,40%, dan Komatsu menguat 4,94%. Sebaliknya, saham teknologi mengalami tekanan, dengan Kioxia turun 6,24%, Mercari melemah 5,71%, dan SoftBank Group terkoreksi 5,33%.
Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di sekitar 159,03, menunjukkan dolar masih relatif kuat terhadap yen. Kondisi ini menjadi perhatian investor karena yen sebelumnya mendapat dukungan dari meningkatnya ekspektasi normalisasi kebijakan Bank of Japan.
Harga komoditas bergerak beragam. Emas berjangka Desember naik 0,56% ke US$4.706,81 per troy ons, sementara Brent turun 1,83% ke US$90,97 dan WTI melemah 2,11% ke US$85,22 per barel. Penurunan minyak memberikan sedikit ruang bagi pasar Jepang yang sensitif terhadap biaya impor energi.
Analisis Newsmaker: pelemahan Nikkei lebih mencerminkan tekanan pada sektor teknologi dan beberapa sektor siklikal dibandingkan aksi jual menyeluruh. Selama saham komoditas dan industri masih mampu menopang pasar, tekanan terhadap indeks berpotensi terbatas. Namun, pergerakan USD/JPY di sekitar 159 tetap menjadi perhatian karena penguatan dolar dapat membantu eksportir Jepang, tetapi pelemahan yen yang terlalu dalam berpotensi meningkatkan tekanan biaya impor.