
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas melanjutkan penguatan pada perdagangan Asia, Senin (28/6), dan menembus level US$4.650 per troy ounce. Kenaikan ini membawa XAU/USD ke level tertinggi baru sejak pertengahan Mei, didukung pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi Treasury.
Penguatan emas terjadi setelah harga berhasil menembus area teknikal penting, yakni 200-day Simple Moving Average pada pekan lalu. Momentum breakout tersebut memperkuat minat beli, terutama saat dolar AS masih berada dekat level terendah lebih dari tiga bulan.
Tekanan terhadap dolar AS datang dari meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Data inflasi AS bulan Juli yang lebih jinak membuat pasar semakin memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan FOMC 15–16 September.
Dukungan tambahan bagi emas datang dari langkah Departemen Keuangan AS yang berencana meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah tenor panjang mulai September. Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyatakan ukuran buyback dapat diperbesar lebih dari US$4 miliar per penerbitan, sehingga membantu menahan yield Treasury dari level tinggi multi-tahun.
Meski demikian, pasar masih memperhitungkan peluang lebih dari 70% bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga setidaknya satu kali hingga akhir tahun. Risiko inflasi dari harga minyak yang volatil membuat investor tetap menunggu rilis indeks harga Personal Consumption Expenditures atau PCE AS pada Rabu, serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole.
Dari sisi geopolitik, ketegangan AS-Iran masih menjadi faktor penting bagi pasar. Scott Bessent dijadwalkan mengumumkan sanksi yang disebut sebagai sanksi paling keras dalam sejarah terhadap Iran pada Senin waktu AS, sementara Teheran memperingatkan akan menghentikan ekspor minyak melalui Selat Hormuz dan Teluk Persia jika perang ekonomi terus berlanjut.
Peringatan dari pejabat keamanan Iran Mohsen Rezaei bahwa keterlibatan negara lain dalam sanksi AS dapat dianggap sebagai tindakan perang membuat premi risiko tetap tinggi. Kondisi ini berpotensi membatasi pelemahan dolar AS sebagai aset safe haven, sekaligus menahan ruang kenaikan emas agar tidak terlalu agresif.
Analisis Newsmaker: Emas masih berada dalam tren positif setelah berhasil menembus level teknikal penting dan bertahan di atas US$4.650. Selama dolar AS dan yield Treasury tetap lemah, XAU/USD berpeluang melanjutkan penguatan menuju area US$4.700. Namun, kenaikan emas perlu tetap diwaspadai karena risiko geopolitik Hormuz dapat menopang dolar AS, sementara data PCE dan pidato Kevin Warsh berpotensi mengubah ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed. Jika sinyal The Fed kembali hawkish, aksi profit taking pada emas bisa muncul setelah reli tajam. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id