
Trending

Gold Corner
Sumber: Newsmaker.id
Resume Pergerakan Emas dan Minyak
Pergerakan emas sepanjang pekan kemarin berada di bawah tekanan akibat penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil Treasury, serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat. Kekhawatiran inflasi AS yang masih tinggi membuat investor memperkirakan peluang kenaikan suku bunga lanjutan, sehingga aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik.
Di sisi lain, perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran sempat memberikan dukungan terhadap emas karena meredakan sebagian risiko geopolitik. Namun, sentimen tersebut terbatas karena pasar masih fokus pada arah kebijakan The Fed dan data ekonomi AS yang menunjukkan aktivitas bisnis tetap kuat. Pada akhir pekan, emas mendapat sedikit dorongan setelah dolar mengalami koreksi dan imbal hasil Treasury melemah dari level tertinggi, meskipun prospek kebijakan The Fed masih menjadi perhatian utama.
Sementara itu, harga minyak mengalami volatilitas tinggi akibat perkembangan konflik dan diplomasi AS-Iran. Minyak sempat melemah karena meningkatnya harapan penyelesaian konflik setelah AS membuka peluang negosiasi dan mengurangi kemungkinan aksi militer terhadap Yaman. Namun, ketidakpastian terkait perundingan dengan Iran kembali mendorong harga minyak naik hingga menembus level di atas $100 per barel karena kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Menjelang akhir pekan, harga minyak kembali terkoreksi setelah muncul indikasi adanya upaya pemulihan hubungan diplomatik dan kemungkinan normalisasi jalur perdagangan energi, termasuk terkait Selat Hormuz. Pasar tetap mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran karena perubahan situasi geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak global.
Skenario Gold Minggu Ini
Harga emas bergerak melemah sepanjang pekan dan ditutup di area 4.285, turun sekitar 2%. Pelemahan ini terjadi setelah emas gagal bertahan di area resistance 4.600, kemudian mengalami tekanan akibat dolar AS yang menguat, kenaikan yield Treasury, dan ekspektasi suku bunga The Fed yang masih tinggi.
Secara teknikal, emas saat ini berada dalam fase koreksi. Area 4.200–4.250 menjadi support penting. Jika area ini mampu bertahan, emas berpeluang melakukan rebound menuju 4.350–4.400. Namun jika tekanan jual semakin kuat dan menembus bawah 4.200, emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju area 4.000.
Ke depan, pasar akan fokus pada data inflasi AS terutama Core PCE. Data yang lebih tinggi dari perkiraan dapat kembali menekan emas karena memperkuat dolar dan ekspektasi suku bunga tinggi, sementara inflasi yang melandai dapat membuka peluang pemulihan harga emas.
Sementara Brent oil bergerak naik turun sepanjang pekan karena pasar masih fokus pada perkembangan geopolitik Timur Tengah dan negosiasi AS-Iran. Minyak sempat naik karena kekhawatiran gangguan pasokan, tetapi kembali terkoreksi setelah muncul harapan adanya penyelesaian diplomasi.
Secara teknikal, Brent masih dalam fase koreksi setelah sebelumnya naik dari area 70–75 menuju 108. Saat ini area 95–97 menjadi support penting. Jika mampu bertahan, minyak berpeluang naik kembali menguji area 100–103. Namun jika turun menembus 95, harga berpotensi melemah menuju 90–92.
Ke depan, pergerakan minyak masih akan dipengaruhi oleh risiko geopolitik, kondisi pasokan global, dan kekuatan permintaan energi dunia.
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.