
Trending

Gold Corner
Sumber: Newsmaker.id
Resume Pergerakan Emas dan Minyak
Harga emas mengalami volatilitas tinggi sepanjang pekan setelah pasar menghadapi kombinasi tekanan inflasi, kebijakan moneter The Fed, serta perkembangan harga energi global. Pada awal periode, emas sempat tertekan sekitar 0,8% hingga ke area US$4.312 per troy ounce setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih kuat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury kemudian semakin membatasi pergerakan emas, membuat harga bergerak di kisaran US$4.290–US$4.310 per troy ounce menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed.
Tekanan terhadap emas mencapai puncaknya setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%, kenaikan pertama sejak 2023. Keputusan tersebut sempat mengangkat dolar AS dan yield Treasury sehingga emas turun hingga sekitar US$4.235 per troy ounce, level terendah sejak awal Agustus. Namun tekanan tersebut tidak berlangsung lama. Emas kemudian berbalik menguat lebih dari 2% karena sebagian pelaku pasar melakukan aksi penutupan posisi jual setelah kenaikan suku bunga dinilai telah banyak diperhitungkan sebelumnya. Meredanya harga minyak turut mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi, sehingga memberikan ruang bagi emas untuk kembali menguat. Menjelang akhir pekan, emas naik sekitar 1,2% dan secara mingguan mencatat kenaikan sekitar 1%, sekaligus berpeluang mengakhiri tiga pekan tekanan sebelumnya.
Sementara itu, harga minyak Brent juga bergerak sangat volatil di tengah perkembangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap pasokan global. Brent sempat diperdagangkan di sekitar US$106 per barel setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi empat bulan di kisaran US$110. Harga kemudian kembali naik menuju US$108,5 per barel setelah muncul laporan bahwa Arab Saudi membatalkan sejumlah pengiriman minyak akibat serangan drone yang mengganggu jalur pipa ekspor utama dan menghentikan sementara aktivitas pemuatan minyak di Yanbu.
Namun, reli minyak mulai kehilangan momentum ketika pasar mendapatkan indikasi bahwa jalur pipa Timur-Barat Arab Saudi dapat dipulihkan secara bertahap. Brent kemudian turun ke sekitar US$105 per barel dan kembali melemah menuju US$104 setelah Arab Saudi mengisyaratkan kemampuan untuk mengembalikan sebagian kapasitas jalur pipa dalam waktu relatif singkat. Tekanan berlanjut hingga harga Brent bergerak di sekitar US$103 per barel, meskipun ketidakpastian masih tinggi setelah citra satelit dan sumber industri menunjukkan kerusakan pada beberapa stasiun pompa utama.
Secara keseluruhan, pergerakan emas dan minyak sepanjang periode tersebut memperlihatkan bagaimana kebijakan The Fed, ekspektasi inflasi, dolar AS, yield Treasury, serta risiko geopolitik saling memengaruhi sentimen pasar. Penurunan harga minyak pada akhirnya membantu meredakan tekanan inflasi dan memberikan dukungan tambahan bagi pemulihan emas, sementara pasar tetap mencermati perkembangan kebijakan moneter AS serta potensi gangguan pasokan energi global.
Skenario Gold Minggu Ini
Untuk satu pekan ke depan, emas berpeluang melanjutkan fase pemulihan setelah ditutup di sekitar US$4.377. Selama harga mampu bertahan di atas area US$4.320–US$4.300, peluang naik menuju US$4.400 hingga US$4.450 masih terbuka. Jika US$4.400 berhasil ditembus dengan kuat, target berikutnya bisa mengarah ke sekitar US$4.500.
Sebaliknya, jika emas gagal bertahan di atas US$4.320, tekanan jual bisa kembali membawa harga menuju US$4.280 bahkan menguji area US$4.235. Jadi, area US$4.400 akan menjadi level penting untuk menentukan apakah rebound emas berlanjut atau kembali tertahan.
Untuk BCO/Brent, tren besarnya masih relatif kuat meski sekarang sedang mengalami koreksi setelah gagal bertahan di area US$108–110 per barel. Selama harga masih mampu bertahan di sekitar US$100–102, peluang rebound menuju US$104–106 masih terbuka, dan jika area tersebut ditembus, Brent bisa kembali menguji US$108.
Sebaliknya, jika harga jatuh dan ditutup di bawah US$100, koreksi bisa berlanjut menuju area US$96–98. Jadi untuk satu pekan ke depan, area US$100 menjadi support penting, sementara US$104–106 menjadi resistance yang perlu ditembus untuk mengembalikan momentum bullish.
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.