
Trending

Gold Corner
Sumber: Newsmaker.id
RESUME PERGERAKAN GOLD & OIL
Periode 28 September – 2 Oktober 2026
GOLD
Pergerakan emas sepanjang periode ini dipengaruhi oleh tarik-menarik antara tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury dengan dukungan dari mulai melemahnya sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat. Pada awal periode, emas tertekan karena pasar masih menilai The Fed dapat mempertahankan kebijakan suku bunga ketat lebih lama, sementara tingginya harga energi akibat konflik AS–Iran ikut meningkatkan kekhawatiran inflasi. Sentimen kemudian mulai membaik setelah data ekonomi seperti lowongan pekerjaan dan kepercayaan konsumen menunjukkan pelemahan, disusul inflasi PCE yang lebih lunak sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga mulai menurun. Meski demikian, data ekonomi lain masih menunjukkan kondisi yang cukup solid dan sejumlah pejabat The Fed tetap bernada hawkish. Pelemahan tajam pada data NFP sempat mendorong emas menguat karena pasar melihat peluang kenaikan suku bunga semakin kecil, tetapi kenaikan tersebut tidak bertahan lama karena yield Treasury dan dolar tetap kuat. Secara keseluruhan, fundamental emas masih berada dalam kondisi seimbang, dengan arah berikutnya sangat bergantung pada pergerakan dolar, yield, inflasi, data tenaga kerja, dan sikap The Fed.
OIL
Harga minyak dunia bergerak volatil sepanjang periode ini dengan perkembangan konflik dan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran menjadi penggerak utama. Ketegangan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz sempat mendorong harga minyak menguat karena pasar khawatir terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Namun, pergerakan harga kemudian tertahan dan beberapa kali melemah ketika muncul harapan terhadap perkembangan diplomasi serta tanda-tanda pemulihan aliran ekspor dari kawasan Timur Tengah. Meski pasokan mulai membaik, risiko geopolitik tetap menjaga premi risiko dan volatilitas harga minyak. Menjelang akhir periode, Brent masih berada di sekitar level tinggi, tetapi kembali mengalami tekanan karena investor menilai pemulihan pasokan mulai mengurangi kekhawatiran terhadap kelangkaan minyak. Secara keseluruhan, arah minyak masih sangat bergantung pada perkembangan konflik Timur Tengah, negosiasi AS–Iran, kondisi Selat Hormuz, dan keberlanjutan pemulihan pasokan global.
Skenario Gold Minggu Ini
Kalau harga bertahan di atas 4.100, Gold masih punya peluang naik ke 4.200, lalu 4.300. Kalau mampu tembus 4.200, peluang bullish akan lebih kuat.
Tapi kalau harga turun di bawah 4.100, Gold bisa lanjut melemah ke 4.000. Kalau 4.000 ikut jebol, tekanan bearish bisa berlanjut ke sekitar 3.900.
Jadi skenario sederhananya: di atas 4.100 masih ada peluang rebound, di bawah 4.100 hati-hati lanjut turun. Fokus utama pasar minggu ini tetap pada yield AS, dolar, dan komentar The Fed.
Sementara Brent Area pentingnya ada di 100. Selama Brent masih bertahan di atas 100, peluang naik masih terbuka ke 105, lalu 108–110.Kalau harga gagal bertahan di atas 100 dan turun ke bawahnya, Brent bisa terkoreksi ke 97–95. Kalau 95 ikut jebol, tekanan turun bisa lanjut ke sekitar 90.Jadi simpelnya: di atas 100 masih bullish, target terdekat 105–110. Di bawah 100 mulai waspada koreksi ke 95.
Secara fundamental, Brent masih sangat sensitif terhadap konflik Timur Tengah, risiko pasokan, Selat Hormuz, dan keputusan OPEC+. Jadi pergerakannya minggu ini bisa tetap agresif.
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.