
Trending

Analisis Pasar
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas masih berada dalam tekanan setelah mengalami koreksi tajam dalam beberapa sesi terakhir, meskipun mulai menunjukkan stabilisasi di sekitar US$4.180 per ounce pada perdagangan Rabu(30/9). Tekanan terhadap logam mulia berasal dari penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil Treasury, sementara investor kembali memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Kondisi tersebut meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Pasar kini menunggu rilis Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi kembali memperkuat dolar dan yield sehingga membatasi ruang penguatan emas, sementara angka yang lebih rendah dapat meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga dan memberikan ruang bagi emas untuk pulih. Investor juga akan mencermati laporan tenaga kerja AS pada Jumat sebagai katalis berikutnya.
Harga emas pada saat analisis ini dirilis: $4.173
- Buy jika harga bergerak ke $4.79
- Sell jika harga bergerak ke $4.167
Resisten 2: $4.194
Resisten 1: $4.185
Support 1: $4.158
Support 2: $4.149
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id