
Trending

Analisis Pasar
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak masih berada di bawah tekanan, dengan Brent turun ke sekitar US$86,43 per barel dan WTI ke sekitar US$81,86. Sentimen bearish utama datang dari meningkatnya harapan diplomasi Iran–Oman terkait Selat Hormuz. Lalu lintas kapal juga mulai naik menjadi 10 kapal komoditas pada Rabu, dari 8 sehari sebelumnya, sehingga pasar mulai mengurangi premi risiko gangguan pasokan Timur Tengah.
Meski begitu, downside oil belum sepenuhnya bebas risiko. Arus melalui Hormuz masih di bawah rata-rata normal, sementara ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan produk olahan global tetap ada. Stok distilat AS juga turun ke level terendah musiman, sehingga secara fundamental oil masih bearish jangka pendek karena optimisme diplomasi, tetapi tetap rentan rebound tajam jika negosiasi Hormuz kembali menemui jalan buntu.(mrv)
Harga minyak pada saat analisis ini dirilis: $86.49
- Buy jika harga bergerak ke $86.54
- Sell jika harga bergerak ke $86.44
Resisten 2: $87.25
Resisten 1: $86.88
Support 1: $86.11
Support 2: $85.71
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id