
Trending

Analisis Pasar
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak Brent diperdagangkan di atas US$105,5 per barel pada Senin (12/10), level tertinggi dalam lebih dari dua pekan, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Bandara utama Arab Saudi kembali menjadi sasaran serangan pada Minggu, sementara sebuah kapal tanker juga dilaporkan diserang di Selat Hormuz. Eskalasi tersebut terjadi di tengah kembali memanasnya konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran. Meski risiko keamanan meningkat, ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia masih relatif stabil dan telah pulih ke sekitar 17,5 juta barel per hari, atau sekitar 98% dari level sebelum perang.
Di sisi lain, pasar mendapat harapan tambahan pasokan setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim Rusia dan Ukraina menyepakati gencatan senjata energi. Rusia juga berencana mengekspor sekitar 500 ribu ton diesel, meski volumenya masih jauh di bawah ekspor tahun sebelumnya yang mencapai 28,6 juta ton. Badan Energi Internasional (IEA) turut mendesak negara-negara mempercepat pelepasan cadangan diesel, dengan alasan kondisi pasar membutuhkan perhatian segera menjelang pertemuan IEA pada 15 Oktober. Kondisi ini membuat harga minyak berada di tengah tarik-menarik antara risiko geopolitik dan prospek tambahan pasokan.
Harga minyak pada saat analisis ini dirilis: $106.06
- Beli jika harga bergerak ke $106.13
- Jual jika harga bergerak ke $105.99
Resisten 2: $106.65
Resisten 1: $106.37
Support 1: $105.62
Support 2: $105.15
Catatan: Artikel ini besifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id