
Trending

japan
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 dibuka melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Senin (5/10) dan bergerak mendekati level 70.000, sekaligus mencapai level tertinggi dalam tiga bulan. Penguatan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya optimisme terhadap saham teknologi dan kecerdasan buatan setelah data tenaga kerja Amerika Serikat yang lemah mengurangi tekanan terhadap Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga.
Laporan NFP AS yang mengecewakan membuat pasar memperkirakan The Fed akan lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan moneter. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi aset berisiko untuk menguat karena tekanan suku bunga berpotensi mereda. Sentimen tersebut turut mengangkat saham teknologi Jepang yang sangat sensitif terhadap perubahan biaya pendanaan dan prospek investasi global.
Saham terkait teknologi dan AI menjadi penggerak utama Nikkei. Advantest naik 4,4%, SoftBank Group menguat 3,3%, Tokyo Electron bertambah 3,2%, sementara Taiyo Yuden naik 3%. Kioxia Holdings juga menguat 1,3%. Kinerja sektor tersebut menunjukkan investor masih melihat prospek AI sebagai salah satu tema pertumbuhan utama meskipun kondisi pasar global menghadapi ketidakpastian.
Namun, investor belum sepenuhnya mengabaikan risiko. Yield obligasi global masih berada pada level tinggi dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi melalui harga energi. Di dalam negeri, pasar Jepang juga akan mencermati sejumlah data ekonomi pekan ini, termasuk pertumbuhan upah, pengeluaran rumah tangga, dan tingkat kepercayaan konsumen untuk melihat kekuatan ekonomi domestik.
Newsmaker melihat, penguatan Nikkei saat ini mendapat dukungan dari kombinasi ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih lunak dan kuatnya narasi AI. Namun, keberlanjutan rally akan sangat bergantung pada arah yield global, perkembangan geopolitik, serta data ekonomi Jepang. Jika yield kembali melonjak, saham teknologi berpotensi menghadapi aksi ambil untung setelah penguatan tajam.