
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak melemah pada perdagangan awal pekan Senin (12/10) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Rusia dan Ukraina telah menyepakati “gencatan senjata energi” yang berlaku segera. Pernyataan tersebut memicu ekspektasi bahwa serangan terhadap infrastruktur energi kedua negara dapat berkurang, sehingga risiko gangguan pasokan bahan bakar global berpotensi mereda. Saat berita ini ditulis harga Brent berada di area $103 barel.
Trump menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut berlaku langsung, tetapi belum memberikan rincian mengenai mekanisme maupun durasinya. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya mengatakan Ukraina siap menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia jika Moskow juga menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Ukraina. Namun, hingga pengumuman Trump, belum terdapat konfirmasi independen yang memastikan kesepakatan tersebut telah berjalan sepenuhnya.
Tekanan terhadap harga minyak terjadi meskipun risiko geopolitik di Timur Tengah masih meningkat. Kelompok Houthi kembali menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, sementara serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz juga meningkatkan kekhawatiran terhadap jalur distribusi energi. Kondisi tersebut menjadi faktor penahan bagi penurunan minyak karena gangguan di Timur Tengah berpotensi mengurangi pasokan ke pasar global.
Di sisi lain, pasar bahan bakar masih menghadapi gangguan pasokan diesel akibat konflik Rusia-Ukraina dan perang AS-Iran. Serangan terhadap kilang Rusia telah mengurangi kapasitas pengolahan, sementara gangguan distribusi melalui Selat Hormuz turut memperketat pasar diesel global. Trump sebelumnya juga menyatakan Rusia akan memasok diesel tambahan ke pasar global, sebagai upaya meningkatkan ketersediaan bahan bakar.
Newsmaker melihat, arah minyak saat ini ditentukan oleh pertarungan antara membaiknya prospek pasokan dan meningkatnya risiko geopolitik. Gencatan senjata energi Rusia-Ukraina berpotensi menambah pasokan produk minyak dan menekan harga, tetapi eskalasi di Timur Tengah, serangan terhadap kapal, serta gangguan di Selat Hormuz masih dapat mempertahankan premi risiko. Pasar akan mencermati apakah gencatan senjata benar-benar diterapkan di lapangan.