
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak bergerak relatif stabil pada perdagangan Selasa (6/10), setelah sempat mengalami tekanan di awal sesi akibat meningkatnya arus pengiriman minyak dari Timur Tengah. Brent akhirnya menguat tipis, sementara WTI nyaris tidak berubah. Pemulihan pasokan dari kawasan Timur Tengah memberikan tekanan terhadap harga, tetapi investor masih berhati-hati karena risiko gangguan akibat konflik belum sepenuhnya hilang.
Salah satu faktor yang menahan kenaikan minyak adalah meningkatnya lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute utama perdagangan energi global, sehingga meningkatnya arus pengiriman memberikan sinyal bahwa sebagian pasokan mulai kembali bergerak. Kondisi tersebut mengurangi kekhawatiran terhadap kelangkaan minyak dalam jangka pendek dan membatasi premi risiko geopolitik.
Namun, risiko gangguan pasokan masih menjadi perhatian utama. Eskalasi konflik dapat kembali menghambat aktivitas kapal tanker di kawasan tersebut. Selain itu, terdapat kekhawatiran kelompok Houthi dapat mengganggu pergerakan minyak melalui jalur pipa East-West menuju Laut Merah. Jika gangguan tersebut terjadi, pasar berpotensi kembali memperhitungkan risiko berkurangnya pasokan global.
Dari sisi fundamental, kondisi minyak saat ini menjadi tarik-menarik antara pasokan yang mulai membaik dan risiko geopolitik yang masih tinggi. Tambahan pasokan dari Timur Tengah serta pelepasan cadangan strategis oleh G7 menjadi faktor bearish. Sebaliknya, gangguan terhadap jalur pelayaran atau infrastruktur energi dapat dengan cepat mengubah sentimen menjadi bullish.
Newsmaker melihat, minyak masih memiliki bias yang cenderung netral dengan risiko volatilitas tinggi. Selama arus pengiriman melalui Selat Hormuz terus membaik dan pasokan tambahan mulai masuk ke pasar, ruang kenaikan harga relatif terbatas. Namun, setiap eskalasi konflik yang mengganggu jalur perdagangan energi dapat kembali mendorong harga lebih tinggi. Karena itu, perkembangan di Timur Tengah masih menjadi katalis utama arah minyak berikutnya.
Sumber: Newsmaker.id