
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan Rabu (7/10) setelah serangan kelompok Houthi Yaman terhadap Arab Saudi kembali meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan pasokan energi Timur Tengah. Brent kontrak Desember naik 0,93% menjadi US$101,52 per barel, sementara WTI kontrak November menguat 0,81% menjadi US$90,16 per barel.
Sebelumnya, pemulihan pasokan sempat menjadi faktor penekan harga. Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan volume minyak yang dialirkan melalui East-West Pipeline telah mencapai 5,8 juta barel hingga Selasa pagi. Jalur tersebut menjadi alternatif penting bagi Saudi untuk mengirimkan minyak menuju Laut Merah tanpa sepenuhnya bergantung pada Selat Hormuz.
Namun, risiko geopolitik kembali mendominasi setelah otoritas penerbangan Saudi melaporkan menyebut bandara di Jazan dan Najran menjadi target dua serangan. Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran semakin meningkatkan kekhawatiran bahwa fasilitas energi maupun jalur ekspor dapat kembali terdampak.
Ancaman juga meningkat di kapal Selat Hormuz setelah Iran melaporkan peningkatan intensitas serangan terhadap kapal tanker yang melintasi kawasan tersebut. Perkembangan ini menjadi perhatian karena terjadi ketika ekspor minyak melalui Hormuz sedang dalam proses pulih menuju kondisi sebelum konflik.
Pelaku pasar kini menghadapi dua kekuatan yang berlawanan. Pemulihan produksi dan pengiriman minyak Timur Tengah memberi tekanan bearish, tetapi risiko serangan terhadap kapal tanker, fasilitas energi, serta jalur strategi seperti Hormuz dan Bab el-Mandeb mempertahankan premi risiko geopolitik.
Analisis Newsmaker: Minyak masih berada dalam tarik-menarik antara peningkatan pasokan dan risiko geopolitik yang meningkat. Selama ekspor Timur Tengah terus pulih, ruang kenaikan harga menjadi terbatas. Namun, jika serangan Houthi atau gangguan di Selat Hormuz mulai berdampak nyata terhadap volume pengiriman, pasar berpotensi kembali memasukkan premi risiko lebih besar dan mendorong harga minyak naik lebih lanjut. (asd)
Sumber: Newsmaker.id