
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas dunia mulai stabil pada perdagangan Jumat (23/10/2026), setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir.
Emas spot diperdagangkan di sekitar US$4.023,95 per troy ounce setelah sempat merosot ke US$3.986,50, terendah sejak 20 Juli. Sepanjang pekan, emas telah melemah 3,5% dan berada di jalur penurunan mingguan tertajam sejak Juni. Tekanan terhadap logam mulia dipicu lonjakan harga minyak dunia yang memperbesar kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve.
Berdasarkan CME FedWatch Tool dalam laporan pasar, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober diperkirakan sebesar 9%, sementara probabilitas kenaikan pada Desember mencapai 81%. Investor kini menantikan keputusan The Fed pada 27–28 Oktober serta rilis data inflasi PCE Amerika Serikat pada 29 Oktober untuk menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.
Kesimpulan Newsmaker
Emas masih berada dalam tekanan bearish meskipun mulai menunjukkan stabilisasi harga. Lonjakan minyak dunia meningkatkan risiko inflasi yang dapat membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Secara teknikal, US$4.000 menjadi level psikologis penting. Jika emas kembali turun dan bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut. Sebaliknya, pemulihan di atas US$4.050 dapat membuka peluang rebound jangka pendek, meskipun belum cukup untuk memastikan pembalikan tren.(yds)
Sumber: Newsmaker.id