
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) turun ke sekitar US$4.120 per troy ounce pada perdagangan Selasa (20/10) di sesi Eropa. Tekanan terhadap emas muncul seiring pemulihan imbal hasil obligasi AS dan kenaikan harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 5,13% setelah sebelumnya naik cukup tajam pada hari Senin. Peningkatan imbal hasil membuat aset berbasis obligasi AS lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Pasar juga mulai mencermati laporan kinerja perusahaan teknologi besar AS yang dapat mempengaruhi arah hasil berikutnya.
Laporan kinerja Meta akan menjadi perhatian pada hari Rabu, sementara Microsoft, Amazon, dan Google dijadwalkan menyampaikan kinerja kuartal ketiga pekan depan. Besarnya rencana belanja modal perusahaan AI menjadi sorotan karena investasi yang semakin besar berpotensi mendorong imbal hasil Treasury lebih tinggi dan mengurangi daya tarik emas.
Di sisi lain, harga minyak telah meningkat signifikan dalam dua pekan terakhir akibat premi risiko geopolitik. Kekhawatiran muncul setelah terdapat laporan bahwa Iran dapat memperluas blokade hingga Selat Bab el-Mandeb dan Terusan Suez, sekaligus menyiapkan respons terhadap kemungkinan serangan baru AS-Israel.
Analisis Newsmaker: Emas saat ini menghadapi tekanan dari dua arah, yaitu imbal hasil Treasury yang kembali tinggi dan kenaikan harga minyak. Jika investasi AI mendorong pertumbuhan sekaligus membuat imbal hasil semakin tinggi, ruang kenaikan emas akan semakin terbatas. Namun, eskalasi konflik Timur Tengah tetap menjadi faktor yang berpotensi menghidupkan kembali permintaan emas sebagai aset safe haven. (asd)
Sumber: Newsmaker.id