
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali menguat pada awal perdagangan Senin (19/10/2026), setelah pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, membuat investor mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga Amerika Serikat bulan ini. Harga emas spot naik 0,4% menjadi US$4.180,97 per troy ounce pada pukul 07.35 waktu Singapura, setelah mencatat pelemahan sebesar 0,7% sepanjang pekan sebelumnya.
Penguatan emas terjadi setelah pelaku pasar menurunkan perkiraan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin menjadi kurang dari 20%. Pernyataan Warsh dinilai memberikan sinyal bahwa bank sentral AS berpotensi mempertahankan suku bunga dalam pertemuan pekan depan. Kondisi ini menjadi kabar positif bagi emas, karena suku bunga yang lebih tinggi biasanya membuat investor lebih tertarik menyimpan dana pada aset yang memberikan bunga dibandingkan emas.
Sebelumnya, data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan sempat meningkatkan kekhawatiran bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga. Situasi tersebut mendorong penguatan dolar AS dan memberikan tekanan terhadap harga emas. Namun, pernyataan Warsh berhasil meredakan kekhawatiran pasar dan menghentikan penguatan dolar, sehingga membuka peluang pemulihan harga emas.
Meski mulai menunjukkan penguatan, perjalanan emas sepanjang tahun ini masih menghadapi tekanan besar. Harga emas tetap bertahan di atas level penting US$4.000 per troy ounce sejak Agustus, didukung permintaan investor terhadap aset aman di tengah ketidakpastian global. Namun, sejak konflik Amerika Serikat dan Iran pecah pada akhir Februari, harga emas masih mencatat penurunan sekitar 20%, menunjukkan bahwa meningkatnya risiko geopolitik tidak selalu membuat emas bergerak naik.
Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada keputusan suku bunga The Fed dalam pertemuan pekan depan. Jika bank sentral AS memilih mempertahankan suku bunga dan memberikan sinyal kebijakan yang lebih longgar, emas berpeluang melanjutkan penguatan. Sebaliknya, apabila The Fed kembali menegaskan perlunya kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, harga emas berisiko mengalami tekanan. Sementara itu, logam mulia lainnya turut menguat, dengan perak naik 0,6% menjadi US$57,33 per ounce, diikuti kenaikan platinum dan paladium.