
Trending
Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) masih mempertahankan penguatannya pada perdagangan Kamis (15/10), naik sekitar 0,94% ke US$4.143 per troy ounce. Penguatan terjadi di tengah pelemahan pasar saham global akibat kekhawatiran terhadap tingginya investasi sektor kecerdasan buatan (AI), yang mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas dan obligasi pemerintah AS.
Penurunan yield Treasury AS turut memberikan dukungan bagi emas. Yield Treasury 10 tahun turun sekitar 9 basis poin ke 5,06%, level terendah dalam tiga pekan. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) melemah menuju 102,00 setelah sebelumnya mencapai 102,94, membuat emas menjadi relatif lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang selain dolar.
Penguatan emas terjadi meski sejumlah data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang masih solid. PPI September melonjak 1,3% secara bulanan dan 6,3% secara tahunan, jauh di atas ekspektasi. Retail sales juga tumbuh 0,8%, sementara klaim awal pengangguran berada di 199.000, sedikit di bawah perkiraan 200.000.
Data tersebut menunjukkan tekanan inflasi masih tinggi sementara pasar tenaga kerja dan konsumsi tetap kuat. Kondisi ini berpotensi memberikan alasan bagi Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Namun, pasar masih menilai kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober lebih kecil kemungkinannya dibandingkan mempertahankan suku bunga.
Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly mengatakan kenaikan suku bunga lebih lanjut masih mungkin diperlukan, tetapi waktunya masih dipertimbangkan. Sementara itu, John Williams dan Philip Jefferson sebelumnya memberikan sinyal bahwa The Fed masih memiliki waktu untuk menilai perkembangan ekonomi sebelum kembali menaikkan suku bunga.
Analisis Newsmaker: Emas saat ini mendapatkan dukungan kuat dari penurunan yield dan dolar serta meningkatnya permintaan safe haven. Namun, fundamentalnya masih menghadapi tekanan karena PPI, retail sales, dan kondisi tenaga kerja AS menunjukkan ekonomi yang relatif kuat. Jika yield dan dolar kembali menguat akibat ekspektasi kenaikan suku bunga, rebound emas berpotensi tertahan. Sebaliknya, pelemahan yield yang berlanjut dapat membuka ruang bagi emas untuk mempertahankan momentum positif.
Sumber: Newsmaker.id