
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali menguat pada perdagangan Selasa (6/10), didukung oleh penurunan yield Treasury Amerika Serikat dan pelemahan dolar AS. Pergerakan ini memberikan ruang bagi emas untuk rebound setelah sebelumnya tertekan oleh lonjakan yield obligasi dan penguatan dolar. Selain itu, meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis dan pasar obligasi global turut mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun mulai turun setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Pelemahan yield menjadi katalis positif bagi emas karena mengurangi opportunity cost memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Di saat yang sama, dolar AS juga terkoreksi dari level tertingginya dalam sekitar satu tahun, sehingga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar.
Dari sisi kebijakan moneter, pasar masih mencerna perubahan ekspektasi terhadap The Fed setelah data tenaga kerja AS menunjukkan perlambatan yang cukup tajam. NFP September hanya bertambah 29.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%. Kondisi tersebut membuat peluang kenaikan suku bunga pada Oktober turun menjadi sekitar 22%. Namun, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan pada Desember cukup tinggi, sekitar 84%, sehingga ruang kenaikan emas belum sepenuhnya bebas dari tekanan.
Fokus utama investor kini tertuju pada FOMC Minutes yang akan dirilis Rabu. Risalah rapat September akan menjadi penting untuk melihat bagaimana para pejabat The Fed menilai keseimbangan antara perlambatan pasar tenaga kerja dan inflasi yang masih berada di atas target. Jika minutes menunjukkan kekhawatiran terhadap tenaga kerja semakin besar dan membuka ruang kebijakan yang lebih longgar, yield serta dolar berpotensi kembali melemah dan memberikan dukungan bagi emas.
Newsmaker melihat, rebound Gold saat ini mulai mendapatkan dukungan fundamental, tetapi belum bisa dianggap sebagai pembalikan tren sepenuhnya. Selama yield dan dolar tidak kembali melonjak, emas berpeluang melanjutkan pemulihan. Sebaliknya, jika FOMC Minutes menunjukkan sikap hawkish dan mendorong kenaikan yield, tekanan jual dapat kembali muncul. Selain kebijakan The Fed, permintaan ETF dan ketidakpastian pasar global juga menjadi faktor yang masih menopang prospek emas dalam jangka menengah.
Sumber: Newsmaker.id