
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) menguat sekitar 0,6% ke US$4.183,22 per troy ounce pada perdagangan Kamis (1/10), setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan menekan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga naik 0,6% ke US$4.212,80 per troy ounce.
Data inflasi AS yang dirilis sebelumnya menunjukkan tekanan harga pada Agustus tumbuh lebih rendah dari perkiraan, sehingga peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober turun menjadi sekitar 37%, dari 45% sebelum data dirilis. Meski demikian, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 89%, sehingga tekanan kebijakan moneter terhadap emas belum sepenuhnya hilang.
Di sisi lain, kenaikan imbal hasil Treasury AS masih menjadi hambatan bagi emas. Yield Treasury tenor 10 tahun kembali mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Dolar AS yang tetap kuat juga membuat emas relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Meski begitu, volatilitas pasar obligasi dapat meningkatkan kembali fungsi emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian. Setelah terkoreksi lebih dari 6% sepanjang September, emas kini mendapat ruang untuk melakukan pemulihan apabila yield mulai turun dan ekspektasi kenaikan suku bunga kembali berkurang.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS September yang akan dirilis Jumat. Data tenaga kerja menjadi penting karena dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi AS sekaligus memengaruhi keputusan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
Dari sisi geopolitik, perkembangan konflik AS-Iran juga tetap menjadi perhatian. Iran menyatakan telah menerima respons AS terhadap proposal terbaru untuk menghidupkan kembali gencatan senjata. Setiap perkembangan diplomasi dapat memengaruhi permintaan aset safe haven, sementara kombinasi NFP, dolar AS, dan yield Treasury akan menjadi penentu utama arah emas dalam jangka pendek.
Sumber: newsmaker.id