
Trending

Analisis Pasar
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak mentah kembali menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026) di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah. Pelaku pasar kembali memperhitungkan risiko geopolitik setelah ancaman terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur energi di kawasan semakin meningkat. Kondisi tersebut membuat premi risiko kembali masuk ke harga minyak.
Harga Brent crude futures naik 85 sen atau 0,78% menjadi US$109,64 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 76 sen atau 0,78% menjadi US$98,58 per barel. Penguatan tersebut terjadi setelah Brent sempat menyentuh level tertinggi dalam lima bulan di US$111,99 per barel sebelum kembali terkoreksi.
Kekhawatiran pasar terutama berasal dari meningkatnya risiko terhadap aktivitas pelayaran dan fasilitas energi di Timur Tengah. Sebuah supertanker dilaporkan terbakar setelah menabrak ranjau laut di sebelah selatan Selat Hormuz. Sementara itu, serangan terhadap kapal juga dilaporkan meluas hingga wilayah di luar Selat Hormuz, termasuk kawasan Teluk Oman.
Harga Brent Oil pada saat analisis ini dirilis: $110.40
- Buy jika harga bergerak ke $110.15
- Sell jika harga bergerak ke $110.55
Resisten 2: $110.80
Resisten 1: $110.65
Support 1: $110.10
Support 2: $109.95
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.