Kripto Tertekan Lagi, Risk-Off dan Tekanan ETF Seret Bitcoin
Pasar kripto memperpanjang pelemahan pada perdagangan Selasa (9/6) saat reli saham teknologi kehilangan tenaga. Bitcoin kembali tertekan dan diperdagangkan di sekitar US$61.156 (turun sekitar 3,9%), dengan penurunan harian membawa harga mendekati level terendah intraday US$60.874.
Tekanan juga merata ke aset kripto utama lain. Ethereum berada di US$1.631 (turun sekitar 3,5%), XRP di US$1,13 (turun 3,4%), dan Solana di US$64,13 (turun 4,6%). Di segmen privacy coin, Zcash turun ke US$437,57 dan Monero melemah ke US$307,03.
Dari sisi fundamental, pelemahan ini konsisten dengan mode risk-off: ketika saham—terutama teknologi—melemah, aliran dana cenderung keluar dari aset spekulatif yang tidak menghasilkan imbal hasil. Narasi suku bunga juga masih menekan, karena kekhawatiran “higher for longer” membuat investor lebih selektif terhadap aset berisiko tinggi seperti kripto.
Tekanan institusional belum hilang. Arus keluar dari spot Bitcoin ETF memang melambat pada Senin dibanding Jumat, namun tren beberapa pekan terakhir masih negatif dan ikut menahan pemulihan. Di saat yang sama, perhatian investor terus terpecah oleh tema AI, yang mengalihkan sebagian likuiditas spekulatif dari kripto ke ekosistem saham teknologi.
Dengan volatilitas yang masih tinggi, pasar kripto kembali sangat sensitif terhadap dua pemicu: arah risk appetite global (terutama pergerakan saham teknologi) dan perubahan ekspektasi suku bunga AS. Jika yield/dolar kembali menguat, ruang rebound kripto cenderung terbatas; sebaliknya, stabilisasi saham dan meredanya tekanan suku bunga biasanya menjadi syarat agar pemulihan lebih “bersih.” (arl)
Sumber: Newsmaker.id